Perbedaan Sastra Lama dengan Sastra Baru

SASTRA LAMA DAN SASTRA BARU
Dipublikasikan oleh Sawali Tuhusetya | Tuesday, 14 April 2009 (10:56)
PUISI LAMA Puisi ini merupakan bentuk karya sastra yang terikat oleh jumlah bait, jumlah larik tiap bait, jumlah silaba tiap larik, dan rima. Mantra dan pantun adalah bentuk puisi lama asli Indonesia; sedangkan syair berasal dari Arab, dan gurindam berasal dari Tamil atau India. Mantra Merupakan salah satu bentuk puisi asli Indonesia terdiri atas beberapa bait dengan rangkaian kata yang benilai ritmis. Bahasa mantra dianggap mengandung kekuatan magis, oleh karenanya tidak semua orang dizinkan membacanya kecuali ahlinya, yaim pawang. Pasu jantan, pasu rencana Tutup pasu, penolak pasu Kau menantang pada aku Terjantang mataku Jantungku sudah kugantung Hati kau sudah kurantai Sipulut namanya usar Berderailah daun selasih Aku tutup hati yang besar Aku gantung lidah yang fasik Jantungku sudah kugantung Hatiku sudah kurantai Rantai Allah, rantai Muhammad Rantai Baginda Rasulallah Pantun Bentu puisi asli Indonesia yang biasanya tiap bait terdiri atas empat baris yang dibagi atas dua baris pertama mempakan sampiran, dan dua baris berikutnya merupakan isi. Bersajak a b a b. Berburu ke padang datar mendapat rusa belang kaki Berguru kepalang ajar bagai bunga kembang tak jadi Karmina atau Pantun kilat (Pantun 2 larik; 1 sampiran dan 1 isi) Sudah gaharu cendana pula Sudah tahu bertanya pula Talibun (Parma 6 larik: 3 sampiran, 3 isi) Kalau anak pergi ke lepau Yu beli belanak beli Ikan panjang beli dahulu Kalau anak pergi merantau lbu cari sanakpun cari lnduksemang cari dahulu Seloka atau Pantun Berkait (Ada pertalian antarbait) Lurus jalan ke Payakumbuh Kayu jati bertimbal jalan Di mana hati tidak akan rusuh Ibu mati bapak berjalan Kayu jati bertimbal jalan turun angin patahlah dahan Ibu mati bapak berjalan kemana untung diserahkan Gurindam Gurindam adalah puisi lama yang berasal dari Tamil (India). Tiap bait terdiri alas dua baris, berisi nasihat. Pengarang gurindam yang terkenal adalah Raja Ali Haji dengan karyanya yang berjudul Gurindam Dua Belas. Kurang pikir kurang siasat Tentu dirimu akan tersesat Barang siapa tinggalkan sembahyang Bagai rumah tiada bertiang Jika suami tak berhati lurus Istripun kelak memadi kurus Syair Merupakan puisi lama yang berasal dari Arab. Tiap bait terdiri atas empat baris. Tiap baris biasanya mempunyai delapan sampai dua belas silaba (suku kata). Isinya cerita den rimanya adalah a a a a. Bulan purnama cahaya terang bintang seperti intan di karang Pungguk merawan seorang-orang Berahikan bulan di amah seberang Pungguk becinta pagi dan petang melihat bulan di pagar bintang Terselap merindu dendamnya datang dari saujana pungguk menentang. PUISI BARU Bentuk puisi ini berbait dan berirama tetapi tidak terikat oleh jumlah bait, jumlah baris, jumlah silaba dan rima. Puisi baru lebih mementingkan isi daripada irama. Berdasarkan isinya, puisi baru dibedakan atas balada, elegi, romans, ode, himne, epigram, dan satire. Balada à bentuk puisi baru yang isinya berupa cerita dan kisah perjalanan hidup seseorang. Elegi à bentuk puisi baru yang berisi kesedihan, suara sukma yang meratap, batin yang mengeluh, serta tangisan hati. Romansa à bentuk puisi baru yang isinya merupakan luapan perasaan kasih sayang, cinta terhadap sesama. Ode à bentuk puisi baru yang isinya berupa sanjungan kepada pahlawan. Bentuk puisi ini juga dikatakan puisi kepahlawanan. Himne à bentuk puisi baru yang isinya berupa sanjungan terhadap Tuhan. Contoh himne: Bahkan batu-batu yang keras dan bisu Mengagungkan nama-Mu dengan cara sendiri Menggeliat derita pada lekuk dan liku bawah sayatan khianat dan dusta. Dengan hikmat selalu kupandang patung-Mu menitikkan darah dari tangan dan kaki dari mahkota duri dan membulan paku Yang dikarati oleh dosa manusia. Tanpa luka-luka yang lebar terbuka dunia kehilangan sumber kasih Besarlah mereka yang dalam nestapa mengenal-Mu tersalib di datam hati. (Saini S.K) Epigram à bentuk puisi baru yang isinya mengandung semangat yang ditujukan kepada generasi muda. Contoh epigram: Hari ini tak ada tempat berdiri Sikap lamban berarti mati Siapa yang bergerak, merekalah yang di depan Yang menunggu sejenak sekalipun pasti tergilas. (Iqbal) Satire à Bentuk puisi baru yang berisi sindiran. Contoh satire: Aku bertanya tetapi pertanyaan-pertanyaanku membentur jidad penyair-penyair salon, yang bersajak tentang anggur dan rembulan, sementara ketidakadilan terjadi di sampingnya, dan delapan juta kanak-kanak tanpa pendidikan, termangu-mangu dl kaki dewi kesenian. (Rendra) Berdasarkan jumlah lariknya, puisi baru dibedakan atas: • distikon (2 larik), • terzina (3 larik), • kuatrin (4 larik), • selestet atau dobel terzina (6 larik), • septima (7 larik), • oktaf (8 larik), dan • soneta (14 larik). PROSA LAMA Prosa lama cenderung bersifat imajinatif, istanasentris, didaktif, anonim, dan bentuk serta isinya statis, sedangkan prosa baru bersifar realistis (melukiskan kenyataan sehari-hari), dinamis atau mengalami perubahan terus-menerus sesuai dengan pembahan masa, dan tidak anonim. Yang termasuk prosa lama ialah: A. Dongeng yaitu bentuk prosa lama yang semata-mata berdasarkan khayal dan disampaikan secara lisan. Selanjutnya dongeng dibedakan lagi atas: 1. Fabel (dongeng tentang binatang) Contoh: Kancil Yang Cerdik Bayan Budiman 2. Legenda (dongeng yang isinya dikaitkan dengan keunikan atau keajaiban alam) Contoh: Asal-usul Kota Banyuwangi Sangkuriang 3. Sage (dongeng yang mengandung unsur-unsur sejarah) Contoh : Darmawulan Terjadinya Kota Majapahit 4. Mite (dongeng lentang dewan-dewa atau makhluk lain yang dianggap mempunyai sijat kedewaan, dan sakral) Contoh: Cerita Gerhana Nyi Loro Kidul Hikayat Sang Boma Odysee 5. Epos (Wiracarita/dongeng kepahlawanan) Contoh: Ramayana Mahabarata 6. Dongeng Jenaka (dongeng yang menceritakan kebodohan atau perilaku seseorang yang penuh kejenakaan atau lelucon) Contoh: Pak Pandir Pak Belalang Si Lebai Malang Abu Nawas B. Hikayat yaitu prosa lama yang isinya mengenai kejadian-kejadian di lingkungan istana, tentang keluarga raja. Contoh: Hikayat Hang Tuah Hikayat Si Miskin Hikayal Panca Tantra Hikayat Panji Semirang Hikayat Dalang Indra Kusuma Hikayat Amir Hamzah C. Silsilah atau tambo, yaitu semacam sejarah, tetapi isinya sudah bercampur dengan khayalan sehingga banyak cerita yang tidak tercerna oleh pikiran sehat. Contoh: Sejarah Melayu HikayatRaja-raja Pasai Sejarah Melayu-Bugis PROSA BARU Yang tergolong prosa baru adalah roman, novel, cerpen, biografi, drama, kritik, dan esai. Roman à Bentuk prosa baru yang mengisahkan kehidupan pelaku utamanya dengan segala suka dukanya. Dalam roman, pelaku utamanya sering diceritakan mulai dari masa kanak-kanak sampai dewasa atau meninggal dunia. Berdasarkan kandungan isinya, roman dibedakan atas beberapa macam, antara lain sebagai berikut: 1. Roman bertendens, yang di dalamnya terselip maksud tertentu, atau yang mengandung pandangan hidup yang dapat dipetik oleh pembaca untuk kebaikan. Contoh: Layar Terkembang oleh : Sutan Takdir Alisyahbana. Salah Asuhan oleh: Abdul Muis. Darah Muda oleh: Adinegoro. 2. Roman sosial, memberikan gambaran tentang keadaan masyarakat. Biasanya yang dilukiskan mengenai keburukan-keburukan masyarakat yang bersangkutan. Contoh: Sengsara Membawa Nikmat oleh: Tulis St. Sati. Neraka Dunia oleh: Adinegoro. 3. Roman sejarah, yaitu roman yang isinya dijalin berdasarkan fakta historis, peristiwa-peristiwa sejarah, atau kehidupan seorang tokoh dalam sejarah. Contoh: Hulubalang Raja oleh: Nur St. Iskandar. Tambera oleh: Utuy Tatang Sontani. Surapati oleh: Abdul Muis. 4. Roman psikologis, yaitu roman yang lebih menekankan gambaran kejiwaan yang mendasari segala tindak dan perilaku tokoh utamanya. Contoh: Atheis oleh: Achdiat Kartamiharja. Katak Hendak Menjadi Lembu oleh: Nur St. Iskandar. Belenggu oleh: Armijn Pane. 5. Roman detektif, yang isinya berkaitan dengan kriminalitas. Dalam roman ini yang sering menjadi pelaku utamanya seorang agen polisi yang tugasnya membongkar berbagai kasus kejahatan. Contoh: Mencari Pencuri Anak Perawan oleh: Suman HS. Percobaan Seria oleh: Suman HS. Kasih Tak Terlerai oleh: Suman HS. Novel à Berasal dari Italia yaitu novella ‘berita’ . Bentuk prosa baru yang melukiskan sebagian kehidupan pelaku utamanya yang terpenting, paling menarik, dan yang mengandung konflik. Konflik atau pergulatan jiwa tersebut mengakibatkan perobahan nasib pelaku. lika roman condong pada idealisme, novel pada realisme. Biasanya novel lebih pendek daripada roman dan lebih panjang dari cerpen. Contoh: Ave Maria oleh: Idrus Keluarga Gerilya oleh: Pramoedya Ananta Toer. Perburuan oleh: Pramoedya Ananta Toer. Ziarah oleh: Iwan Simatupang. Surabaya oleh: Idrus Cerpen à Cerpen Bentuk prosa baru yang menceritakam sebagian kecil dari kehidupan pelakunya yang terpenting dan paling menarik. Di dalam cerpen boleh ada konflik atau pertikaian, akan telapi hat itu tidak menyebabkan perubahannasib pelakunya. Contoh: Radio Masyarakat oleh : Rosihan anwar Bola Lampu oleh : Asrul Sani Teman Duduk oleh : Moh. Kosim Wajah yang Bembah oleh : Trisno Sumarjo Robohnya Surau Kami oleh : A.A. Navis Biografi à Bentuk prosa yang menceritakan riwayat hidup seseorang. Biografi yang menceritakan kehidupan pengarangnya sendiri disebut autobiografi. Contoh: Hikayat Abdullah oleh: Abdullah bin Abdul kadir Munsi. Pengalaman Masa Kecil oleh: Nur St Iskandar. Drama à (Yunani: drama ‘Tindakan, perbuatan’); karya sastra yang ditulis untuk dipanggungkan, dan bercorak dramatik. Sebuah drama terbagi atas beberapa bagian yang disebut babak dan babak dibagi atas beberapa adegan.Diawali oleh prolog, yaitu kata pendahuluan yang menarik perhatian penonton ke dalam suasana yang dikehendaki, dan diakhiri oleh epilog, yakni kata-kata yang mengandung iktisarseluruh cerita. Sedang percakapan antara dua pelaku disebut dialog. Contoh: Nyai Dasimah oleh: Rustandi Bebasari oleh: Rustam Effendi Kertajaya oleh: Sanusi Pane Lukisan Masa oleh: Armijn Pane Manusia Baru oleh: Sanusi Pane Sandyangkalaning Majapahit oleh Sanusi Pane Ken Arok Ken Dedes oleh: Mohamad Yamin Sedih dan Gembira oleh:Usmar Ismail Taufan Atas Asia oleh: El Hakim Bulan Bujur Sangkar oleh: Iwan Simatupang BUKU DAN PENGARANGNYA Masa Kesusastraan Lama 1. Mahabarata, oleh: Wyasa 2. Ramayana, oleh: Walmiki 3. Arjuna Wiwaha, oleh: Empu Kanwa 4. Centini, oleh: Ronggowarsito 5. Negara Kertagama, oleh: Empu Prapanca 6. Gatot Kaca Seraya, oleh: Empu Sedah 7. Syair Perahu, oleh Hamzah Fansuri 8. Syair Burung Pungguk, oleh Hamzah Fansuri 9. Syair Abdul Muluk, oleh: Raja Ali Haji 10.Gurindam Dua-belas, oleh: Raja Ali Haji 11.Sejarah Melayu, oleh: Tun Muhamad Sri Lanang Masa Kesusastraan Peralihan (Abdullah bin Abdulkadir Munsi) 1. Hikayat Abdullah 2. Kisah Pelayaran Abdullah ke Negeri Jedah 3. Syair Singapura Dimakan Api 4. Hikayat Sang Boma 5. Hikayat Bakhtiar Masa Balai Pustaka 1. Siti Nurbaya, oleh: Marah Rusli 2. Salah Asuhan, oleh: Abdul Muis 3. Kasih Tak Terlerai, oleh: Suman HS 4. Salah pilih, oleh: Nur Sutan Iskandar 5. Cinta Membawa Maut, oleh: Nur St. Iskandar 6. Hulubalang Raja, oleh: Nur St. Iskandar 7. Katak Hendak Menjadi Lembu, oleh: Nur St. Iskandar 8. Neraka Dunia, oleh: Nur St. Iskandar 9. Karena Mertua, oleh: Nur St. Iskandar 10.Cinta dan Keajaiban, oleh: Nur St. Iskandar 11.Darah Muda, oleh: Adinegoro 12.Surapati, oleh: Abdul Muis 13.Pertemuan Jodoh, oleh: Abdul Muis 14.Robert Anak Surapati, oleh: Abdul Muis 15.Percobaan Setia, oleh: Suman HS 16.Mencari Pencuri Anak Perawan, oleh: Suman HS 17.Teman Duduk (cerpen), oleh: M. Kosim 18.Menebus Dosa, oleh: Aman Datuk Majoindo 19.Sukreni Gadis Bali, oleh: I Gusti Nyoman panji Tisna 20.l Swasta Setahun di Bedahulu, oleh: I Gusti Nyoman Panji Tisna 21.Kehilangan Mestika, oleh: Hamidah 22.Pahlawan Minahasa, oleh: M.H. Dayoh 23.Andong Teruna, oleh: Sutomo jauhar Arifin Masa Pujangga Baru 1. Layar Terkembang, oleh: Sutan Takdir Alisyahbana 2. Dian yang Tak Kunjung Padam, oleh: S.T. Alisyahbana 3. Anak Perawan di Sarang Penyamun, oleh: S.T. Alisyahbana 4. Di Bawah Lindungan Ka’bah, oleh: Hamka 5. Tenggelamnya Kapal Van Der Wijk, oleh: Hamka 6. Bebasari (drama), oleh: Sanusi Pane 7. Kertajaya ( drama), oleh: Sanusi Pane 8. Sandyangkalaning Majapahit (drama), oleh: Sanusi Pane 9. Puspa Mega, oleh: Sanusi Pane 10.Madah Kelana, oleh: Sanusi Pane 11.Manusia Baru (drama), oleh: Armijn Pane 12.Lukisan Manusia (drama), oleh: Armijn Pane 13.Ratna (drama), oleh: Armijn Pane 14.Lenggang Kencana (drama), oleh: Armijn Pane 15.Ken Arok Ken Dedes, oleh: M Yamin 16.Diponegoro, oleh: M Yamin 17.Tanah Air, oleh: M Yamin 18.Dalam Lingkungan Kawat Berduri, oleh: Asmara Hadi 19.Rindu Dendam, oleh: Y.E. Tatengkeng 20.Buah Rindu, oleh: Amir Hamzah 21.Nyanyi Sunyi, oleh: Amir Hamzah 22.Setanggi Timur, oleh: Amir Hamzah 23.Puspa Aneka, oleh: Yogi (A. Rivai) 24.Dewan Sajak, oleh: A. Hasjimi (Ali Hasjim) Masa Angkatan 45 1. Sedih dan Gembira (kumpulan drama), oleh: Usmar Ismail 2. Kita Berjuang (puisi), oleh: Usmar Ismail 3. Cahaya Merdeka (puisi), oleh: Usmar Ismail 4. Puntung Berasap (puisi), oleh: Usmar Ismail 5. Taufan di Atas Asia (kumpulan drama), oleh: El Manik 6. lntelek lstimewa, oleh: El Manik 7. Benciku Melaut, oleh: Amal Hamzah 8. Pembebasan Pertama (puisi), oleh: Amal Hamzah 9. Radio Masyarakat, oleh: Rosihan Anwar 10.Kerikil Tajam(puisi), oleh: Chairil Anwar 11.Deru Campur Debu (puisi), oleh: Chairil Anwar 12.Kejahatan Membalas Dendam (drama), oleh: Idrus 13.Coret-coret di Bawah Tanah (drama), oleh: Idrus 14.Jalan Tak Ada Ujung, oleh: Mochtar Lubis 15.Tak Ada Esok, oleh: Mochtar Lubis 16.Keretakan dan Ketegangan (Kumpulan cerpen), oleh: Achdijat Kartamiharja 17.Yang Terhempas dan yang Terkandas,(Kumpulan cerpen), oleh: Rusman Sutiasumarga 18.Kata Hati dan Perbuatan (puisi), oleh: Trisno Sumardjo 19.Wajah yang Berubah (kumpulan cerpen), oleh: Trisno Sumardjo 20.Kota Harmoni, oleh: Idrus Masa Angkatan 50 1. Robohnya Surau Kami (kumpulan cerpen),oleh: A.A. Navis 2. Kemarau (roman), oleh: A.A. Navis 3. Bianglala (kumpulan cerpen), oleh: A.A. Navis 4. Kisah-kisah Revolusi, oleh: Trisno Yuwono 5. Pagar Kawat Berduri (roman), oleh: Trisno Yuwono 6. Laki-laki dan Mesiu, (kumpulan cerpen), oleh: Trisno Yuwono 7. Bulan Bujur Sangkar (drama), oleh: Iwan Simatupang 8. Lebih hitam dari Hitam (cerpen), oleh: Iwan Simatupang 9. Kering (roman), oleh: Iwan Simatupang 10.Merahnya Merah, oleh: Iwan Simatupang 11.Ziarah (novel), oleh: Iwan Simatupang 12.Pulang (roman), oleh: Toha Mochtar 13.Daerah tak Bertuan (roman), oleh: Toha Mochtar 14.Kejantanan di Sumbing (kumpulan cerpen),oleh: Subagio Sastrowardojo 15.Simphoni, oleh: Subagio Sastrowardojo 16.Perjalanan Pengantin, oleh: Ajip Rosidi 17.Jalan ke Surga, oleh: Ajip Rosidi Masa Angkatan 66 1. Benteng dan Tirani (kumpulan puisi), oleh: Taufik Ismail 2. Sajak Ladang Jagung (kumpulan puisi), oleh: Taufik Ismail 3. Selamatan Anak Cucu Sulaiman (drama), oleh: W.S. Rendra 4. Blues untuk Bonnie (kumpulan puisi), oleh: W.S. Rendra 5. Ia Sudah Bertualang (kumpulan cerpen), oleh: W.S. Rendra 6. Balada Orang-Orang Tercinta (k. puisi), oleh: W.S. Rendra 7. Pada Sebuah Kapal (novel), oleh: Nh. Dini 8. Namaku Hiroko (novel), oleh: Nh. Dini 9. Sebuah Lorong di Kotaku (novel), oleh: Nh. Dini 10.Ladang Perminus (novel), oleh: Ramadhan K.H. 11.O, Amuk, Kapak (kumpulan puisi), oleh: Sutardji Calzoum Bachri 12.Perahu Kertas (kumpulan poisi), oleh: Sapardi Djoko Damono 13.Pergolakan (novel), oleh: Wildan Yatim 14.Stasiun (novel), oleh: Putu Wijaya 15.Raumanen (novel), oleh: Mariane Katoppo
Sumber: http://tunggara.wordpress.com/2008/09/24/sastra-lama-dan-sastra-baru/ Share and Enjoy:

0 Response to "Perbedaan Sastra Lama dengan Sastra Baru"

Poskan Komentar

Powered by Blogger